Time; When?

It’s about time, they said.

As i look up to the skies, I wonder when will I be whole again?

It’s about time, I said.

It’s about time when the clouds finally let the moon show itself.

It’s about time when the stars blinks like they tried to sing by its light.

It’s about time when the moon finally become the whole again.

And when that time come.

I will wear my biggest smile.

I know I can be whole again.

Advertisements

Bandara Udara.

Ini tentang nasib seseorang yang jauh dibelahan bumi.

Selalu dipaksa singgah di bandara.

Jangan terlambat kalau mau pamit,

Mereka tidak kenal toleransi waktu katanya.

Jangan terlambat untuk menjemput,

Kasian yang sudah tak sabar ingin berjumpa.

Atau untuk kamu yang terpaksa sendiri di bandara, boleh saran?

Jangan terlalu banyak menoleh kebelakang!

Ingat, Kamu bukan Cinta.

Dan dia bukan Rangga.

Dia belum tentu datang.

Dan mungkin tidak akan datang.

Senin Ini

Enam hari menuju minggu.

Dia yang selalu menghitung senin ke minggu.

Padahal hari minggu juga bisa buruk,

Atau lupa senin juga bisa baik?

Bukannya tergantung dimana dia mau memandang?

Atau kalau mau, ayo aku temani!

Bagaimana jikalau kita duduk ditemani pergantian langit nanti?

Akan kubawa gitarku,

Dan mari, kita buat senin ini seperti minggumu.

Pencinta Langit Jingga

Mereka,

Pemuja senja,

Dan pemuja fajar.

 

Aku dengar sang pemuja senja dan fajar sedang jatuh cinta.

Manis kata mereka.

Rintih hati berkata.

 

Aku dengar mereka suka berdebat manis tentang langit mana yang lebih bagus.

Sang pemuja fajar sering mengalah, senja yang lebih bagus katanya.

Ah, padahal aku tahu dia hanya ingin melihat senyum manis kemenangan dari pemuja senja.

 

Pernah sekali aku dengar sang pemuja fajar mengeluh.

Aneh,

Padahal dirinya jarang mengeluh.

Ketika aku tanya, terlambat menghadiri fajar katanya.

Malam yang disalahkannya.

Malam yang salah,

Malam yang salah,

Malam yang salah!

 

Maaf,

Sebagai pemuja malam aku minta maaf.

Bukan maksud hati merusak fajarmu.

Setidaknya kamu bisa hadir saat senja,

Bersama sang pemujanya.

Pemujanya, yang kini kau puja.

Pesan Suara Yang Tak Sampai

Halo? Selamat malam!
Sudah tidur? Kalau mengantuk jangan tidur dulu! Ini penting! Coba tengok langit malam ini! Ayolah, sebentar saja.

Ayo, sini! Duduk disebelahku!
Iya, aku tahu di sini banyak nyamuk yang suka makan dan berisik beradu perumpaan tentang lautan bintang malam ini.

Ayo, sini! Duduk disebelahku!
Mari kita bandingkan bintang mana yang lebih terang. Atau kamu mau lihat bagaimana aku yang pura-pura tahu rasi bintang? Atau mau bertukar cerita? Atau hanya mau diam dan terpesona dengan langit malam?

Halo? Halo?
Kenapa hanya hening?
Halo? Kamu dengar suaraku?
Halo? Kamu dimana?


Ditulis dibawah lautan bintang pada malam Nyepi 2018.

This day, That day.

Life is full of suprise,
One day you’ll float to the sky,
Flying through the clouds,
And sing along with the birds.
On this kind of day, I only able to watch you from the ground.
Feeling happy with a little worried.
“Be careful”, I whisper
Do you hear me?

Then the hard winds will blow out from nowhere.
The dark clouds might comes.
You’ll loose your balance.
Then, you’ll fall.
Your wings will broke.
Perhaps it can’t be fixed.

“Life is full of surprise”
Then you’ll understand what I’ve been warned you all this time.


(On this kind of day, don’t be too sad. I’m still here)