From me, to me.

Hi,

It’s me, again. With my dark thoughts.

I know i’ve promised to my self that i won’t write or bring my darkness to the world again. But here I am. Writing at 2 AM while lay down in my bed, too scared to sleep. Funny isn’t? You scared to sleep when sometimes you wish you get that kind of sleep where you wake up in the next week, or maybe the next years, or wake up when you ready to see the world again.

Sshhhhh, stop stop. Stop saying that. It just makes yourself sounds creepier. And darker. Stop. You need to stop.

Darling, where’s that light? You used to shine so bright, even the sun used to jealous with you.

Maybe i should stop declare my self as the moon. Should i be the sun? Be the stars? Or maybe i’m not the moon anymore. Maybe i am the hurricane. Maybe i am the storm.

No ones likes the hurricane.

No ones.

Find your light, you need to find your light. I know there must be some tiny spark in you. And be the moon again. Be the full moon. Be the supermoon. Be the blood moon. Be whatever lunar phenomenon that makes people amazed by you.

You are you. You will be always the moon. Without you, the sky won’t be the same.

-From me, to me. 

(Now, sleep then wake up with the biggest smile. Be the moon during the day. Be the supermoon during the night)

Advertisements

Pantai, kala itu..

Sebelumnya saya ingin menjelaskan bagaimana kalimat ini bisa terlintas dipikiran saya. Ah baku banget, gini-gini, waktu itu aku jogging sendirian di pantai. Sekitar tanggal 6 september 2017 mungkin? Sedikit lupa yang jelas pagi itu udaranya hangat, indah pemandangannya, dan sepi. Bukan untuk seseorang dan mungkin daripada dipendam lebih baik di post walaupun ga jelas makna atau kalimatnya maafkan yaaa. Enjoy!



 

Sang ombak memang pandai merayu,

Kadang ombaknya hanya sampai kaki, kadang sampai lutut, dan kadang sampai airnya mengenai wajah.

Sang angin juga pandai mengacak rambut.

Seolah dia berkata tidak apa apa.

Sang matahari pandai memeluk,

Memeluk dengan hangat dia yang sedang rapuh.

Sang pasir membenamkan kakiku, langkah berat,

Seakan menyuruh tetap disini.

Jangan pergi, katanya.

Kolam Renang

Di kolam renang,

Kamu bermain air bersama mereka.

Mereka yang suka bermain seluncuran yang tinggi, atau sebagian ada yang suka berenang kesana kemari.

Menikmati segarnya air dan indahnya gemercik air yang terbentuk dari apa yang mereka lakukan.

Kamu?

Kamu juga ikut bermain seluncuran yang tinggi itu.

Kamu juga ikut berenang di kolam bersama mereka.

Mereka senang, mereka tertawa, mereka bahagia.

Kamu?

Kamu tidak suka kolam renang,

Kamu bahkan tidak bisa berenang.

Berapa kali sudah tenggelam dikala mereka sedang bersenang-senang?