Dark hours

00:00
There is something wrong with my chest.
Like something crushing my lungs, or pressed my chest.

00:30
I want to stab it.
Or take this weird feeling out.

1:00
I can breath, but it feels weird.
I think my deep dark thoughts is trying to crawl out from my body.
I think she wants to see me breakdown.

1:30
As the clock ticking.
I become someone that have forgot how beautiful life is.

2:00
I can’t even describe how does it feels right now.

2:30
Why this silence feels so loud.

3:00
This is going to be over. Not now, not tomorrow.
But someday.
Isn’t it?

Cokelat hangat.

Aku benci kata “Mungkin”,

Aku benci kata “Hampir”.

 

Aku benci bagaimana dua kata itu menjadi suatu kalimat pemberi rasa senang tersendiri saat aku merangkainya.

Aku benci saat kenyataan yang ada jauh berbeda dengan kalimat atau bualan yang tadi sore aku buat ketika termenung di teras depan.

Aku benci saat tahu bahwa bualan itu hanyalah kesenangan yang tercipta dari imajinasi konyol tentang aku dan kamu.

Aku benci saat bualan itu hanya memperkuat pondasi rindu yang sudah lama inginku runtuhkan.

Aku benci saat pondasi itu makin kuat dan ketika aku sadar, malah hujan yang datang.

Aku benci saat hujan datang bersama teriakan petir yang memanggil kamu untuk kembali pulang.

 

Dan hal yang paling aku benci adalah saat aku tahu bahwa kamu sedang berteduh di rumah barumu.

Ah, padahal aku sudah siapkan cokelat hangat untukmu.

Cokelatnya sudah mulai dingin.

Kamu yakin tidak mau pulang kemari?