Senja, jangan percaya!

Tadi, mereka memuji keindahan sang Senja.

Ah, mereka.

Jauh jauh dari seberang sana hanya ingin berjumpa kamu.

Katanya mereka terpesona.

Cuih. Pembohong.

Jangan percaya dengan mereka, Senja!

Mereka pembual.

Lihat saja,

Di seberang sana,

Mereka berlomba-lomba menutupimu

Dengan istana yang katanya “megah”itu.

Tadi malam..

Pernah tidak kamu takut tentang hal yang akan terjadi?

Aku sering.

Kemarin malam aku takut. Kata mereka kalau tidur bisa menghilangkan perasaan itu sejenak.

Mereka bohong.

Aku selalu terbangun 2 jam sekali, diikuti perasaan tidak enak.

Aku lebih dari takut.

Lalu, paginya perasaan itu makin buruk.

Aku sampai ingin muntah. Tanganku dingin. Tapi keringat menetes.

Aneh.

 

Kamu bisa tolong aku? kumohon.

Jangan Tanya

Jangan tanya aku sedang apa. Aku juga tidak tahu apa yang aku lakukan.

Jangan tanya aku bagaimana. Aku tidak juga mengerti.

Jangan tanya kabarku. Aku bingung jawaban mana yang lebih kuat.

Baik atau tidak.

Ah, bingung. Apa tidak ada kata yang pantas menjelaskannya?

 

 

Jawab baik saja, katamu. Siapa tahu jadi kenyataan.

 

 

Gelapku

Kalau aku menunjukkan sisi gelapku,

Apa yang kamu akan lakukan?

Lari? Takut?

Jangan.

 

Bantu aku menelusuri gelapnya,

Hidupkan cahaya

Jangan jadi lilin

Jangan jadi obor

Nanti kamu kena panasnya.

 

Bakar aku saja

Biar kamu,

Tidak terjebak dalam gelapku.


Selasa, 6 Desember 2016.