Pesan Suara Yang Tak Sampai

Halo? Selamat malam!
Sudah tidur? Kalau mengantuk jangan tidur dulu! Ini penting! Coba tengok langit malam ini! Ayolah, sebentar saja.

Ayo, sini! Duduk disebelahku!
Iya, aku tahu di sini banyak nyamuk yang suka makan dan berisik beradu perumpaan tentang lautan bintang malam ini.

Ayo, sini! Duduk disebelahku!
Mari kita bandingkan bintang mana yang lebih terang. Atau kamu mau lihat bagaimana aku yang pura-pura tahu rasi bintang? Atau mau bertukar cerita? Atau hanya mau diam dan terpesona dengan langit malam?

Halo? Halo?
Kenapa hanya hening?
Halo? Kamu dengar suaraku?
Halo? Kamu dimana?


Ditulis dibawah lautan bintang pada malam Nyepi 2018.

Advertisements

Hari Ini Seperti Apa?

Ada hari seperti ini,
Dan ada hari seperti itu.
Hari seperti ini, saat panggilan yang diteriakan berakhir menjadi gema di setiap sudut rumah.
Atau hari seperti itu, saat mengabsen setiap hal yang aku benci. Walaupun bukan berakhir dengan benci, mungkin kata sifat lain yang tumbuh.
(Menyedihkan misalnya).

Pantai, kala itu..

Sebelumnya saya ingin menjelaskan bagaimana kalimat ini bisa terlintas dipikiran saya. Ah baku banget, gini-gini, waktu itu aku jogging sendirian di pantai. Sekitar tanggal 6 september 2017 mungkin? Sedikit lupa yang jelas pagi itu udaranya hangat, indah pemandangannya, dan sepi. Bukan untuk seseorang dan mungkin daripada dipendam lebih baik di post walaupun ga jelas makna atau kalimatnya maafkan yaaa. Enjoy!



 

Sang ombak memang pandai merayu,

Kadang ombaknya hanya sampai kaki, kadang sampai lutut, dan kadang sampai airnya mengenai wajah.

Sang angin juga pandai mengacak rambut.

Seolah dia berkata tidak apa apa.

Sang matahari pandai memeluk,

Memeluk dengan hangat dia yang sedang rapuh.

Sang pasir membenamkan kakiku, langkah berat,

Seakan menyuruh tetap disini.

Jangan pergi, katanya.